10 Situs Kuno di Asia Terancam Hilang

KEKAYAAN sejarah kuno Asia, seperti Kuil Buddha di Afghanistan hingga Kota Kuno di China, terancam hilang akibat ekspansi ekonomi dan perang. Yayasan The Global Heritage Fund menemukan 10 situs terancam hilang.

“Situs kuno di Asia dapat hilang dalam 10 tahun ke depan apabila dibiarkan begini terus,” tutur Jeff Morgan, Direktur Eksekutif The Global Heritage Fund.

Situs-situs berikut terancam hancur akibat ekspansi manusia, kebutuhan ekonomi, peperangan, dan kepadaran turis yang mengunjunginya. Berikut 10 situs dimaksud:

1. Mahasthangarh, Bangladesh

Mahasthangarh adalah situs arkeologi kota yang paling awal ditemukan di Bangladesh. Desa Mahasthan terletak di Thana Shibganj Distrik Bogra, memuat reruntuhan dari kota kuno yang disebut Pundranagara atau Paundravardhanapura di teritori Pundravardhana.

2. Ayutthaya, Thailand

Ayutthaya ialah Ibu Kota Provinsi Ayutthaya, Thailand, yang berpenduduk sekira 65.000 jiwa (pada tahun 2000). Kota ini didirikan oleh Raja U-Tong pada 1350 untuk menjadi ibu kota kerajaannya, Kerajaan Ayutthaya di Siam. Pada 1767, kota ini dihancurkan oleh pasukan Burma, dengan reruntuhan kota lamanya kini dikenal sebagai taman bersejarah Ayutthaya. Taman Bersejarah Ayutthaya kini menjadi Situs Warisan Budaya UNESCO, yang dijuluki “Venesia dari Timur”.

3. Taxila, Pakistan

Taxila adalah situs arkeologi penting di Pakistan yang menyimpan reruntuhan kuno Kota Gandharan serta disinyalir dahulu kala menjadi pusat agama Hindu dan Buddha. Hingga kini, tempat ini masih dianggap sebagai pusat sejarah dan keagamaan yang sakral di Pakistan. Situs ini terancam hilang karena ancaman perang, tekanan pembangunan, dan tidak adanya pengurusan dari pihak pemerintah setempat.

4. Preah Vihear, Kamboja

Kuil Preah Vihear adalah kuil Khmer yang terletak di bukit setinggi 525 di Pegunungan Dângrêk, Provinsi Preah Vihear, Kamboja dan dekat distrik Kantharalak, Thailand. Pada 1962, kuil ini di dipersengketakan antara Thailand dan Kamboja. Mahkamah Internasional memutuskan untuk menyerahkan kepemilikan kuil ini kepada Kamboja.

5. Mes Aynak, Afghanistan

Mes Aynak adalah biara Buddha kuno yang terletak 25 mil sebelah tenggara Kabul, Ibu Kota Afghanistan. Fungsinya sebagai biara Buddha tergantikan oleh tambang tembaga yang ditemukan di situs yang sama. Kini, Mes Aynak menjadi pusat pelatihan Al-Qaeda di Afganistan dan terancam akan semakin hancur akibat perang berkepanjangan.

6. Myauk-U, Myanmar

Myauk-U adalah kota kuno dari Kerajaan Rakhine yang eksis pada abad ke-15. Kota ini dikenal dengan candi-candinya yang dihiasi lukisan gaya India.
7. Plain of Jars, Laos
Plain of Jars adalah situs arkeologis megalitik di Laos yang tersebar di dataran tinggi Xieng Khouang. Situs megalitik ini disebut Plain of Jars karena tersebarnya ribuan guci zaman purba yang dikelilingi padang rumput dan pemandangan perbukitan.
8. Kashgar, China
Kashgar merupakan sebuah kota oasis yang berada di sebelah barat China. Dulunya, kota ini berada di jalur sutra, jalur perdagangan Asia yang terkenal. Bahkan kini, Kashgar adalah satu-satunya kota jalur sutra yang tersisa di China.
9. Rakhigari, India
Rakhigarhi adalah sebuah desa yang penuh kekayaan arkeologi di India, 150 kilometer dari Kota New Delhi. Pada 1963, para arkeolog menemukan bahwa desa ini menjadi bagian dari peradaban awal Indus, yang menjadi nenek moyang dari bangsa India. Sejak 1997, penggalian dilakukan di desa ini dan ditemukan bermacam-macam artefak berumur lebih dari 5.000 tahun. Perhiasan kuno yang terbuat dari emas, batu mulia, dan kerang juga banyak ditemukan di desa ini.
10. Fort Santiago, Filipina
Fort Santiago adalah sebuah benteng yang dibangun penakluk dari Spanyol, Miguel Lopez, sebagai awal membangun kota yang kini menjadi Ibu Kota Filipina, Manila. Benteng ini merupakan bagian dari struktur tembok Kota Manila dan menjadi salah satu situs sejarah yang paling penting di Manila. Banyak pahlawan Manila yang terkenal kehilangan nyawa di benteng ini pada masa kolonial Spanyol dan Perang Dunia II.

Posted on 24 Juni 2012, in Tak Berkategori. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: