Motivasi Mario Teguh ( TIDAK BERPURA-PURA TENTANG KEKAYAAN )

TIDAK BERPURA-PURA TENTANG KEKAYAAN
Part One

—————-

Sahabat saya yang baik hatinya,

Hari ini marilah kita tidak berpura-pura lagi tentang kekayaan.

Kaya itu lebih baik daripada miskin.

Yang menjadikan kekayaan itu tidak baik, apabila dicapai dengan cara yang tidak jujur dan digunakan untuk membiayai kesombongan dan kesemena-menaan.

Yang menjadikan orang miskin marah dan membenci kekayaan adalah perilaku orang kaya yang tidak amanah.

Kemiskinan adalah keadaan sementara yang akan berubah sejalan dengan semakin giatnya kita bekerja dalam kejujuran dan kemanfaatan bagi sesama.

Tapi, karena kebencian terhadap orang kaya – yang menjadikan mereka pembenci kekayaan, mereka jadinya menutup mata hati dan mata pikirannya dari jalan keluar menuju kesejahteraan mereka.

Walau pun banyak orang menyebut doa meminta rezeki – war zukni – 17 kali dalam sehari, yang artinya ‘tambahkanlah rezekiku,’ tambahkanlah kekayaanku – mereka berlaku seperti mendustakan doanya sendiri.

Mereka mencemooh orang kaya, mengharamkan kekayaan dan mengagungkan kemiskinan, tapi hidup dalam kemarahan karena keterpinggirannya, atau melatih diri menerima kekurangan sebagai takdir.

Mungkin itu alasan mengapa pertanyaan: ‘Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang kau dustakan’ itu ditanyakan berulang-ulang.

Kita mengeluh jika terbatasi rezekinya, tapi merasa jengah jika diajarkan cara-cara membangun rezeki yang baik, mencemooh bahwa hidup ini bukan hanya tentang uang dan hidup ini tak semudah nasihat.

Betul. Tapi mengapakah dia mengeluhkan kurangnya gizi dan terbatasinya pendidikan bagi diri dan anak-anaknya – karena dia kekurangan uang?

Marilah kita berhenti membenci yang kita butuhkan.

Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya bisa menjadi lebih baik dengan dukungan uang yang berkah.

———————
End of Part One

TIDAK BERPURA-PURA TENTANG KEKAYAAN

Part Two

—————–

Rezeki adalah nikmat Tuhan.

Dan tahukah Anda, bahwa kesempatan untuk meminta rezeki Tuhan adalah juga nikmat Tuhan?

Maka marilah kita meminta kepada Tuhan, tanpa dugaan buruk yang membatasi kebebasan hati kita untuk meminta, dan menduga bahwa Tuhan tidak berlaku adil.

Katakanlah tiga ‘Ya.’

Apakah benar Tuhan Maha Kaya?
Apakah benar Tuhan Maha Pemurah?
Apakah benar Tuhan Maha Mendengar semua permintaan?

Jika ‘Ya,’ mengapakah Anda meminta hanya yang kecil-kecil?

Oh, mengapa? Merasa tidak pantas?

Maka pantaskanlah diri untuk menerima sebesar-besarnya pemberian?

Mengapa? Oh, hidup ini tak semudah mengatakan?

Betul. Maka bertindaklah. Semua yang ingin Anda nikmati dengan mudah, mengharuskan Anda melalui kesulitan.

Sadarilah, jika semuanya mudah – maka yang malas dan tidak jujur pun akan sukses.

Marilah kita menghentikan keluhan.

Kekayaan adalah hak. Kita berhak untuk kaya keduniawian dan kaya keakhiratan.

Janganlah kelemahan hidup yang sementara menjadikan kita mengeluh dan penduga yang buruk.

Marilah kita mensyukuri yang sudah ada, dan mengupayakan yang lebih baik lagi bagi kebaikan hidup kita, bagi keluarga dan bagi sesama.

Mario Teguh

Posted on 16 Oktober 2012, in Tak Berkategori. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: